Jumat, 23 November 2007

hitam putih hatiku


Kusebut namamu pada setiap kejadian dalam hidupku
Bergetar hatiku setiap mendengar keagunganmu
Tapi tetap saja aku tak menuruti titahmu
Aku tak ingin kau meninggalkanku
Kumohonkan perhatianmu dalam tiap pintaku
Tapi aku tak pernah berusaha mendekatimu
Aku takut akan nerakamu
Aku ingin berada di syurgamu
Tapi masih juga kulanggar larangmu
Mungkinkah kau beri kasih dan sayangmu
Walau tak kuturuti titahmu
Mungkinkah aku bisa dekat padamu
Walau aku selalau menjauhimu
Mungkinkah aku mendapat syurgamu
Walau sering kulanggar laranganmu
Terlalu lama aku jauh darimu
Jiwakupun mulai mengeruh
Aku haus tetes kasihmu
Aku rindu hadirmu di hatiku
Kumohon jangan tinggalkan aku
Dalam kebodohan dan kenistaanku
Izinkan ku menggapaimu
Kumohon sabarkan aku dalam alan menujumu
MENUJU SYURGAMU

Kamis, 22 November 2007

I'm Just a Girl

Aku hanya gadis kecil yang mencoba menghadapi dunia
Aku hanya gadis kecil yang berusaha untuk bertahan
Aku hanya gadis kecil yang mencoba untuk mengengerti
Aku hanya gadis kecil yang berusaha untuk tegar
Aku hanya gadis kecil yang terperangkap dalam tubuh dewasa
I'm just a girl who try to be a woman

Rabu, 21 November 2007

RENUNGAN

Ada kalanya manusia merasa kecewa, sedih namun itu hanyalah perasaan yang wajar adanya. Sebagai manusia kita dikaruniai hati dan perasaan yang peka terhadap lingkungan sekitar. Namun kekecewaan dan kesedihan yang ada janganlah digunakan sebagai alasan kita untuk tidak bersyukur kepadaNya. Dengan kasih dan rahmat Allah sematalah kita dapat merasakan hidup hingga detik ini.

Kita tidak pernah berfikir bagai mana darah kita bisa beredar dalam tubuh kita setiap waktu tanpa berhenti. Bagaimana jantung kita tetap berdenyut dengan irama yang teratur tanpa kita mengaturnya, bagaimana udara bisa sampai ke paru- paru, bagai mana makanan yang kita makan bisa meresap ke dalam tubuh kita. Kita tidak pernah menyadari betapa hal itu merupakan suatu karunia yang tiada tara yang harus kita syukuri.

Selama ini kita hanya memikirkan kenapa aku miskin, kenapa keluargaku berpisah, kenapa sakitku tak kunjung sembuh, dan seribu satu macam keluhan lain. Kita tak pernah memikirkan kenikmatan- kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah pada kita. Berjuta kenikmatan dan karunia yang telah diberikan Allah pada kita takkan sebanding dengan cobaan yang hanya beberapa yang diberikan pada kita. Namun apa yang kita perbuat? Kita seringkali mengeluh dan merasa tidak kuat terhadap cobaan yang diberikan pada kita.

Allah yang menciptakan kita, hanya Dialah yang paling tahu apa yang diperlukan mahlukNya. Allah tahu seberapa kuat kita dalam menghadapi cobaan, takkan mungkin Allah memberikan sebuah cobaan yang melebihi kemampuan kita. Bersyukurlah engkau yang diberi anugerah maupun cobaan. Dan ingatlah selalu bahwa yang kita miliki hanyalah titipan semata, semua akan kembali padaNya. Jika Allah menghendaki segalanya bisa terjadi, tak ada satu mahlukpun yang bisa mencegah, tak ada satu apapun yang bisa menghalangi. ALLAHU AKBAR maha besar Allah satu-satunya dzat yang patut kita sembah. Kita bagaikan setitik debu di hadapan Allah jika Dia menghendaki detik ini juga Dia bisa mengambil hidup kita.
Tapi hingga detik ini jantung kita masih berdetak, darah kita masih mengalir, dan kita masih bisa menghirup udara dengan leluasa. Kita masih diberi kesempatan, kesempatan untuk memperbaiki diri, kesempatan untuk bertobat, kesempatan untuk dapat memasuki surgaNya.
Yaa Allah izinkan kami untuk dapat menghirup udara bulan Ramadhan tahun depan, bulan penuh kemuliaan, bulan penuh rahmat dan ampunanMu. Izinkan hamba menemui Idul Fitri sekali lagi, bulan kemenangan setelah sebulan penuh menghadapi perjuangan menahan hawa nafsu.

Berilah hamba sedikit umur lagi agar hamba bisa mencari bekal untuk menghadapMu. Agar hamba siap jika Engkau memanggil hambaMu ini.


Malang, 25 November 2004

Cinta Pertamaku

Pagi itu merupakan minggu pagi yang cerah, angin berhembus sepoi menerpa dedaunan dan burungpun berkicau dengan riang. Tapi tidak begitu halnya dengan sesosok gadis cantik yang nampak mematung dibawah sebatang pohon. Tampak sekali kalau dia sedang tidak senang. Bibirnya yang mungil dimanyunkan membentuk huruf O yang lucu, pipinya jadi bulat dan memerah seperti buah apel yang sudah ranum. Sudah hampir satu jam gadis itu duduk menyendiri dengan memeluk kedua lututnya di dada dan menyandarkan dagu pada lutut.

“Lia sedang apa kamu di situ?”, nampak seorang wanita paruh baya yang datang menghampiri gadis itu.

“Lia bosen budhe, disini gak ada tv, gak ada CD, sampe radionya juga cuma ada lagu jawa, gimana Lia bisa bertahan di sini selama liburan ini. Lia boleh pulang ke yogya ya Budhe, please!”, jawabnya dengan rengekan manja

“Sayang…., bukannya budhe mau menahan kamu di sini, tapi budhe sudah terlanjur janji sama papa dan mama kamu untuk menjaga kamu di sini selama liburan dan selama papa mama kamu keluar negeri. Jadi Lia liburannya di sini saja ya!”

Lia tak menjawab hanya bibirnya yang mungil saja yang tambah dimanyunkan.

“Jangan gitu donk sayang, gini nanti malam reksa, putra tante rin, pulang. budhe kenalin kamu sama dia ya.. biar ada yang nemenin main dan keliling desa”

“Ogah ah budhe cowok kampung kan norak”

“Eh… jangan gitu donk, biar anak kampung Reksa kuliah di Jakarta, di UI lagi. Tapi kalau kamu gak mau ya sudah budhe gak maksa kok.”

Sudah satu minggu Lia tinggal di kampung bersama budhe. Selama satu minggu itu dia hampir tidak pernah tertawa ceria. Kerjanya hanya duduk melamun, bernyanyi- nyanyi kecil, dan kadang pergi ke sawah melihat petani yang sedang tanam.

***

Tidak seperti pagi biasanya, pagi ini Lia bangun dengan riang dan dengan senyum terpampang di bibir, dia jogging keliling desa. Budhe yang melihatnya hanya bisa terbengong, tanpa tau harus berkata apa.

Saat sarapan pagi budhe iseng menanyakan perubahan cuaca yang terjadi pada keponakannya itu.

“ Gak biasanya kamu ceria begini Lia, kamu baik-baik sajakan?”

“Ah budhe gimana sih lia cemberut katanya nanti cepet tua, kalau Lia ceria dikira ada apa-apa, terus Lia musti gimana donk?”jawab lia dengan suara manjanya

“ya bagus juga sih kalau kamu ceria begitu budhe juga seneng, tapi kamu yakin gak ada apa-apa?

“hehe… gini lho budhe kemarin Lia liat cowok keren banget lagi lari pagi, sepertinya bukan orang kampung sini deh. Terus hari ini Lia mau ikutan lari biar bisa ketemu sama cowok itu, tapi Lia gak berani nyapa” jelasnya dengan wajah yang memerah karena malu.

“Cowok cakep?, apa bener bukan anak sini? Tapi… apa anaknya tinggi sekitar 170cm, tidak terlalu kurus juga tidak gemuk, rambutnya cepak, kulit putih, hidung mancung, benar cirinya gitu?”

“Kok Budhe tau sih?”

“Kalau cowok itu sih budhe tiap hari ketemu, malah sering ngobrol. Dia anak desa ini kok, putranya tante Rin, tapi bukannya kamu bilang anak desa itu norak?”

“Idih budhe itu kan kemarin sebelum Lia liat cowok itu. Budhe kenalin Lia sama dia ya… budhe kan udah janji mau kenalin Lia sama putranya tante Rin. Ya budhe ya..!”

“Ya sudah besok kamu ikut budhe ke rumah tante Rin”

Keesokan harinya Lia berdandan rapih demi bertemu cowok incarannya. Sampai di rumah tante Rin Lia celingukan mencari cowok yang dilihatnya kemarin. Tiba-tiba budhe melambai dan berteriak memanggil seseorang yang sudah tak asing di mata Lia.

“Reksa bisa kesini sebentar, kenalin nih keponakan budhe dari Yogya”

“Lia”, sahut Lia sambil mengulurkan tangannya

“Reksa” sambut Reksa

“Reksa budhe bisa minta tolong selama kamu liburan di sini, bisa kamu temani Lia berkeliling desa. Kasihan dia sudah seminggu di sini hanya terkurung dirumah”

“Tentu budhe, Reksa juga senang ada teman, tapi tergantung juga pada Lia apa mau ditemani sama cowok kampung yang norak?”, jawab Reksa sambil melirik dan tersenyum manis ke arah Lia

“Budhe apa-apaan sih pake cerita segala”

budhe hanya tertawa yang disusul oleh Reksa dan akhirnya mereka bertigapun tertawa.

***

Pagi yang cerah burung berkicau riang dan angin berhembus sepoi-sepoi menerpa dedaunan. Lia tersenyum ceria didepan cermin, mematut-matutkan diri didepan cermin. Dia nampak cantik dalam t-shirt pink pendek dan celana jins biru muda. Rambutnya yang sebahu diurai lepas dengan hiasan pita pada sisi kiri dan kanan. Setelah merasa penampilannya sudah sempurna, Lia pergi ke teras rumah dan dengan santai dia duduk sambil membaca majalah remaja. Hari ini Reksa berjanji akan mengantarnya melihat danau di desa sebelah. Tak berapa lama nampak Reksa datang dengan mengendarai sepeda

“Pagi Lia cerah amat kamu pagi ini, gimana sudah siap berangkat?”

“Gak salah tuh bawa sepeda?” tanya Lia dengan sedikit heran

“Ya benerlah masak kalo salah aku bawa ke sini sih. Kenapa, anak kota takut dibonceng sepeda ya?”

“eh…. Bukan begitu tapi apa kamu kuat boncengin aku?”

“Memangnya kamu seberat apa sampai aku gak bisa bonceng kamu” kata Reksa meyakinkan.

“Ya sudah kalau begitu, tapi kalau berat jangan ngeluh ya!”, ujarnya sambil tersenyum dan berjalan menghampiri Reksa.

“OK deh tuan puteri, sekarang pegangan yang erat kereta mau berangkat”

Hari itu adalah hari yang paling bahagia bagi Lia sejak dia liburan di desa budhe. Lia sangat senang bisa pergi berdua menikmati hangatnya sinar mentari pagi berdua dengan Reksa di danau tepi desa. Lia merasa, Reksa begitu perhatian padanya.

Hari berikutnya mereka berjalan berkeliling kebun teh. Pada jalanan yang naik turun dan berbukit tangan Reksa tak pernah terlepas dari tangan Lia. Dia terus menggandeng dan membimbing Lia agar tidak terpeleset dan terjatuh.

Hari-hari yang mereka lalui bersama, dan perhatian-perhatian kecil yang diberikan Reksa padanya membuat Lia jatuh hati pada Reksa. Meski ingin mengungkapkan isi hatinya namun Lia ingin agar Reksalah yang mengatakannya terlebih dahulu karena dia yakin bahwa Reksa memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.

Waktu terus berlalu tanpa terasa liburan telah berakhir, dan Lia harus kembali ke Yogya. Malam hari menjelang keberangkatannya Lia merasa gelisah. Dia tidak ingin melupakan Reksa begitu saja setelah dia kembali ke Yogya, karena Reksa adalah cinta pertamanya. Setelah lelah berpikir akhirnya Lia memutuskan untuk mengungkapkan perasannya kepada Reksa esok pagi.

Pagi hari sebelum berangkat ke Yogya Lia meminta Reksa mengantarnya ke bukit kecil di sebelah perkebunan teh. ‘Kalau ingin mengungkapkan perasaan harus cari tempat yang indah dan romantis’ pikirnya. Dan bukit itu menjadi pilihan karena dari situ bisa melihat perkebunan teh yang hijau menghampar luas. Dan tempat itu merupakan tempat kesukaan mereka berdua.

Mereka memilih duduk pada padang rumput hijau sambil melihat pekerja perkebunan memetik daun teh. Dengan hati berdebar Lia memulai percakapan

“Reksa….. mm…”, Lia tidak bisa meneruskan katanya

“Iya ada apa? Kamu bilang ada yang serius mau kamu bicarakan sama aku di sini?” kata Reksa sambil tak hentinya memandangi wajah Lia

“Reksa terima kasih kamu sudah menemani aku selama aku liburan di sini. Aku jadi gak kesepian!”

“Kamu ajak aku ke sini Cuma untuk bilang terima kasih saja? Ya sudahlah kalau begitu, aku juga senang bisa menemani kamu kok, sekarang aku antar kamu pulang ya, biar kamu bisa istirahat sebelum berangkat ke Yogya” Reksa berdiri sambil mengulurkan tangannya untuk menggandeng tangan Lia

“Duduklah dulu masih ada yang mau aku katakan” rengek Lia dengan suara manja dan dia menarik tangan Reksa agar kembali duduk di sampingnya.

“Iya-iya… sekarang katakan apa yang mau kamu katakan pada aku?”

“Mm… kamuu.. suka.. sama.. aku gak?” ujar Lia dengan terbata

“Kamu ini ada- ada saja, siapa sih yang bakal gak suka sama kamu? Kamu tuh cantik, manis, cerewet, manja lagi, tapi pintar. ya pasti aku sukalah”

“Bukan begitu”, potong Lia, “Maksudku sebenarnya aku suka…. Aku cinta sama kamu”

Reksa tersentak kaget dan bingung mendengar apa yang baru diucapkan Lia.

“Lia…. Aku tak tahu harus berkata apa, tapi terima kasih kamu sudah mencintai aku. Selama ini semua perhatian yang aku berikan pada kamu tulus aku berikan, bukan karena budhe memintaku. Perhatian dan waktu yang aku berikan sama kamu itu karena aku sayang sama kamu, sangat sayang. Tapi aku sayang kamu sebagai adikku. Aku minta maaf tidak bisa menerima cinta kamu tapi aku yakin di SMU nanti kamu pasti akan mendapat cowok yang lebih keren dan lebih memperhatikan kamu. Ya…?” Selama ini Reksa memang selalu menyayangi dan memperhatikan Lia lebih dari teman lain di desanya, tapi perhatian yang diberikannya semata hanya karena dia sudah menganggap Lia sebagai adiknya sendiri.

Mendengar jawaban yang diberikan Reksa Lia tidak bisa berkata-kata, hatinya terasa pedih, sakit. Meski begitu Lia tetap memaksakan diri tersenyum dan berdiri.

“Ayo.. kita pulang” katanya singkat sambil menahan air mata yang mau keluar.Dan mereka melangkah pulang beriringan.

Dalam kereta malam yang membawanya kembali ke Yogya Lia hanya bisa menangis, mengingat cinta pertamanya yang tak tersambut. Suara isak tangisnya lirih mengalun seiring laju kereta.


Malang, 3 Januari 2005

Lestari.


pentingnya komunikasi

Perlunya komunikasi yang baik antara anak dan orang tua

Komunikasi yang terjalin antara orang tua dengan anak seringkali tidak berjalan dengan selaras. Ketidak selarasan komunikasi ini dapat berdampak pada perilaku anak di masyarakat. Anak bisa mencari pelarian yang salah di luar rumah karena anak merasa orang tuanya tidak dapat mengerti permasalahan yang dihadapinya.

Miskomunikasi antara orang tua dan anak biasanya disebabkan adanya perbedaan dunia anak dengan dunia dewasa. Selain itu gaya dan cara berkomunikasi yang berbeda juga menjadi kendala dalam berkomunikasi.

Dalam menjalin komunikasi dengan anak seringkali orang tua tidak memiliki banyak waktu untuk anak maupun keluarga Disaat anak mulai beranjak remaja dan menemui banyak masalah, dan jiwanya sedang labil anak akan cenderung mencari pelarian yang bersifat negatif dan tak jarang terjerumus pada narkoba. Tidak adanya komunikasi dengan orang tua mengakibatkan keterjerumusan anak tidak diketahui dan tidak dapat dicegah. Hingga akhirnya bisa merakibat fatal hal ini tentu akan sangat merugikan baik dari pihak anak maupun pihak orang tua.

Untuk menghindari kerusakan pada generasi penerus para orang tua hendaknya mampu menjalin komunikasi dengan anak sedini mungkin agar dapat mengerti dan memahami sifat dan watak sang anak dan dapat mengarahkan tanpa harus membuat anak merasa didikte oleh orang tuanya

Dengan adanya komunikasi yang selaras antara orang tua dan anak diharapkan anak tidak salah dalam memilih pergaulan di luar rumah dan tidak mencoba- coba sesuatu yang membahayakan baik bagi dirinya maupun lingkungannya


Mengapa Diperlukan Komunikasi Dengan Anak

Dalam masa perkembangan anak menjadi remaja merupakan suatu proses fisik yang dilalui oleh setiap orang, perubahan- perubahan dari segi fisik, mental maupun sosial, dalam menghadapi perubahan yang terjadi dalam dirinya anak maupun remaja cenderung bersikap labil. Oleh karena itu orang tua seharusnya memberikan perhatian dan bimbingan yang lebih optimal pada anaknya.

Remaja dan kenakalan merupakan hal yang tidak terpisahkan. Hal ini akan betambah pelik jika orang tua tidak mampu berkomunikasi dan memahami pikiran anak. Kebanyakan orang tua hanya meluangkan sedikit waktu bagi anak untuk berkomunikasi, meskipun bagi orang tua itu sudah dianggap cukup namun bgi anak, terutama remaja waktu yang minim itu amat sangat kurang. Orang tua seringkali memberi arahan tentang ini dan itu dan larangan larangan yang beragam tanpa menerangkan lebih lanjut mengapa itu dilarang. Hal semacam inilah yang membuat anak menjadi penasaran dan merasa tertantang untuk melanggar aturan yang dibuat oleh orang tua untuk mengtahui sejauh mana reaksi orang tua ataupun hanya untuk iseng saja

Dampak Dari Kurangnya Komunikasi anak- Orang tua

Banyak remaja pengkonsumsi narkoba atau yang bekerja sebagai penghibur mengaku bahwa mereka melakukan hal itu tanpa sepengetahuan orang tuanya, selain itu beberapa melakukan itu karena merasa kurang diperhatikan oleh orang tuanya.

Kurangnya komunikasi orang tua dengan anaknya membuat anak merasa kurang diperhatikan sehingga mereka mencari sumber perhatian dan kasih sayang yang lain. Orang tua yang merasa sudah memberikan perhatian dan kasih sayang cukup seringkali tidak mau menyadari kesalahannya dan cenderung lebih menyalahkan anaknya atas perbuatannya tersebut.

Perbedaan cara berkomunikasi inilah yang menyebabkan anak enggan untuk berterus terang pada orang tua, kebanyakan anak memerlukan perhatian lebih disaat dia mengalami masa remajanya, sedangkan orang tua menganggap itu merupakan hal yang biasa dan tidak perlu perhatian dan pendekatan khusus pada anak remaja mereka.

Komunikasi Yang Berkesan

Waktu untuk berkomunikasi antara orang tua dengan anak umumnya sangat minim, terutama bagi orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya. Untuk itu diupayakan dengan waktu yang terbatas tersebut dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi dan mengenal anak lebih jauh lagi.

Orang tua harusnya mampu menjadikan saat berkumpul dan berbincang dengan keluarga menjadi saat yang berkesan bagi anak, meski itu hanya beberapa menit dalam sehari. Hal- hal yang bisa dilakukan para orang tua dalam menciptakan komunikasi yang berkesan dengan anak antara lain

· Anggap anak sebagai teman, berikan perhatian dan kasih sayang pada saat dia menceritakan kisahnya, berikan tanggapan selayaknya seorang teman bukan hanya sebagai orang tua yang mengatur hidup anaknya.

· Puji keberhasilan- keberhasilan kecil yang telah dilakukan oleh anak. Hal ini akan membuat anak merasa dihargai dan bisa membuat bangga keluarga juga dapat menumbuhkan rasa percaya dirinya.

· Gunakan bahasa yang bisa dan mudah dimengerti oleh anak, bila perlu cari ungkapan yang paling sederhana agar anak dapat menangkap maksud tanpa salah mengartikan perkataan orang tua. Selain itu gunakan kata- kata yang menarik bila bicara dengan anak kecil, sertai canda- canda kecil agar anak tidak merasa sedang diwawancarai hakim agung.

· Yakinkan anak bahwa orang tua bisa diandalkan, mungkin hal ini tidak hanya sebatas kata- kata melainkan harus diwujudkan dengan perbuatan, jadilah orang tua yag dapat diandalkan dan ada disaat anak sedang membutuhkan bimbingan, dorongan atau hanya sekedar pujian.

· Hargai apa yang telah dilakukannya untuk anda, munkin hanya sekedar perbuatan kecil seperti mengambilkan segelas air putih ketika anda pulang kerja, namun hal itu merupakan cara mereka untuk mengungkapkan kehadiran mereka didiri anda. Berikan kejutan kejutan kecil seperti memberi hadiah atas apa yang telah dilakukannya akan sangat mengesankan di hati seorang anak.

· Ungkapkan dengan perbuatan, adakalanya komunikasi tidak terjalin melalui kata- kata namun tidak berarti komunikasi tidak terjalin. Untuk menunjukkan kasih sayang bisa diungkapkan melalui sentuhan, memeluk, membelai ataupun mencium. Hal ini bisa membuat anak merasa disayang dan diperhatikan.

Jika komunikasi yang dilakukan berkesan, tidak akan berpengaruh apakah komunikasi yang dilakukan hanya sebentar. Pada dasarnya anak hanya ingin merasa diperhatikan dan disayag oleh orang tua.

Hal Yang Tidak Disukai Anak Saat Berkomunikasi Dengan Orang tua

Saat berkomunikasi, berbincang maupun berdebat dengan orang tua seringkali seorang anak merasa kesal, marah dan berakhir dengan keterpaksaan anak menerima kekalahan. Ini disebabkan seringkali anak ditempatkan sebagai orang yang tak tahu apa- apa dan harus menurut apa kata dan mau orang tua. Hal tersebutlah yang membuat anak enggan untuk berkomunikasi maupun berdebat dengan orang tua karena sudah dapat diketahui hasil akrirnya, anak harus kalah terhadap pendapat orang tua.

Hal- hal yang tidak disukai anak dari orang tua saat sedang menjalin komunikasi bisa dilihat sebagai berikut

· Lebih banyak bicara daripada mendengar, ini merupakan sifat kebanyakan orang tua. Mereka merasa lebih mengerti dan lebih berpengalaman dari pada anak, ini dapat membuat anak putus asa dan enggan untuk menjalin komunikasi yang lebih baik dengan orang tua.

· Cenderung memberi nasihat dan arahan, tanpa memperdulikan perbedaan masa mereka dengan masa anak, orang tua cenderung mengatakan ini boleh atau itu tidak boleh dan mengharuskan anak mematuhi tanpa menjelaskan alasan dan sebab akibat jika dia melakukannya. Tak jarang orang tua memberikan alasan yang tak rasional dan tak dapat dipahami anak.

· Tidak mau mendengar dan memahami dahulu masalah yang dialami anak, ini lebih dikarenakan keterbatasan waktu yang dimiliki orang tua sehingga mereka enggan untuk berlama- lama mendengarkan masalah anaknya.

· Tidak memberi kesempatan anak mengemukakan pendapat, orang tua cenderung merasa paling tahu dan paling benar daripada anak.

· Selalu menyalahkan anak jika melakukan kesalahan tanpa meminta penjelasan mengapa ia melakukan hal itu, orang tua cenderung lebih suka memarahi anak jika melakukan kesalahan daripada menjelaskan kenapa ia tidak boleh melakukan hal tersebut.

Hal tersebut diatas hanya sebagian kecil kebiasaan orang tua dalam berkomukasi dengan anak yang tidak disukai oleh anak.

Cara Berkomunikasi Dengan Anak

Berkomunikasi dengan anak- anak berbeda dengan berkomunikasi dengan remaja maupun orang dewasa. Pemikiran anak cenderung lebih simple, imajinatif, kreatif, ekspresif, aktif dan cenderung dinamis. Untuk itu orang tua harus dapat menyesuaikan cara berkomunikasi dengan anak- anak (bukan anak-anak yang harus menyesuaikan dengan orang tua)

Saat orang tua berkomunikasi dengan anak- anak tak perlu malu jika harus berperan sebagai badut di depan anak karena dengan cara tersebut anak akan lebih bisa memahami dan mengerti apa yang dimaksudkan oleh orang tua. Atau bisa dikatakan gunakan ‘bahasa anak’

Untuk membuat anak- anak merasa nyaman saat berkomunikasi dengan orang tua upayakan utuk menerapkan hal- hal berikut

Dengarkan apa yang diceritakan sikecil dan pancing untuk lebih banyak bercerita, anak- anak senang sekali untuk menceritakan pengalaman- pengalaman yang baru dilalui, anak akan antusias bercerita jika merasa orang tua mendengarkan dan tertarik dengan apa yang diceritakannya

Saat anak sedang menceritakan sesuatu fokuskan perhatian sepenuhnya pada ceritanya, hentikan sejenak kegiatan yang anda lakukan ajak dia mendekat dan dengarkan dengan seksama, jika perlu beri sedikit tanggapan.

Ulangi cerita anak untuk menyamakan pengertian, bahasa anak berbeda dengan bahasa orang dewasa untuk itu perlu disamakan persepsi cerita agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam memahami cerita anak.

Bantu anak mendefinisikan perasaan dan bertanya, anak masih bingung dengan apa yang dirasakannya. Definisikan perasaanya melalui ungkapan dan dan tanyakan apa yang membuatnya sedih atau gembira, meminta ia bercerita akan membuat anak merasa diperhatikan.

Membimbing anak untuk mengambil keputusan yang tepat. Mengambil sebuah keputusan bukan hal yang mudah bagi seorang anak, sebaiknya jelaskan konsekuensi apa yang akan terjadi jika dia mengambil suatu keputusan, selaskan sebab dan akibat dari keputusan itu secara sederhana agar mudah dimengerti oleh anak.

Emosi anak yang masih labil membuat anak mudah merajuk, tunggu sampai ia tenang baru dekati dan tanyakan apa yang mengesaklan hatinya, jangan sampai membuat anak merasa sedang diadili orang tua jika masih ingin anak bercerita.

Komunikasi dengan anak yang dijalin sejak dini dapat memudahkan dalam mendidik dan mengarahkan anak

Berkomunikasi Dengan Remaja

Berkomunikasi dengan remaja bisa dikata lebih sulit dibanding berkomunikasi dengan anak maupun orang dewasa, remaja lebih cenderung memiliki sifat memberontak dan ingin coba- coba juga lebih suka berdebat.

Agar komunikasi antara orang tua dan anak remajanya terjalin dengan baik tak ada salahnya jika orang tua melakukan hal- hal seperti

Menerima dan memahami perasaan remaja saat mereka sedang menghadapi masalah

Memberi nasehat untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi

Instropeksi diri saat berkomunikasi dengan anak remaja, jangan samakan anak dengan orang tua, tiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang berbeda dengan anak lain

Ikuti seminar- seminar tentang remaja untuk memperluas pandangan terhadap remaja.


Hal- hal yang perlu dipahami orang tua dalam menghadapi remaja

Memahami sifat remaja,hal ini bisa dilakukan dengan adanya komunikasi yang berkelanjutan, sehingga orang tua bisa lebih mengenal dan memahami anaknya.

Mengetahui sifat dan sikap yang dominan pada remaja, bisa berupa sifat negatif seperti malas, bosan, bingung, dll. Maupun sifat positif seperti rajin, semangat, antusias, dll.

Jika orang tua mampu mengenali dan memahami serta menerima sifat anak remajanya dengan baik, komunikasipun dapat berjalan lancar. Dan anakpun dapat ‘terkendali’


Kesimpulan

Dalam berkomunikasi harus diperhatikan siapa dan bagaimana keadaan komunikan. Cara berkomunikasi dengan anak kecil, remaja, dan dewasa tidak dapat disama ratakan, Tiap- tiap komunikan memiliki cara dan pandangan tersendiri dalam berkomunikasi. Agar komunikasi berjalan baik harus selalu diperhatikan lawan bicara dan cara dalam berkomunikasi.

Suksesnya komunikasi dengan anak dipengaruhi oleh pemahaman orangtua terhadap anak. Untuk dapat memahami anak dan remaja komunikasi harus dibina sejak dini dan dilandasi oleh pengertian dari para orang tua.

Komunikasi yang dapat dilakukan tidak hanya sebatas pada percakapan semata, namun juga bisa diwujudkan melalui perbuatan, seperti sentuhan, belaian, ciuman, dan perhatian.

Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak bisa terwujud jika kedua belah pihak mau menyadari apa kelemahan dan kekurangan pihak lain, dan bersedia menjadi pendengar maupun penanggap yang baik.

Demikian papper komunikasi ini dibuat untuk dapat dijadikan sebagai pandangan bagi para orang tua dalam menjalin komunikasi dengan anak- anak, maupun anak remaja mereka.

Selasa, 20 November 2007

sisi lain madu

Selain menyehatkan bila diminum madu juga dapat berfungsi sebagai penghalus kulit. Bagi yang ingin mendapatkan kulit wajah yang kinclong bisa mencoba tips berikut:
panaskan 1/2 sendok teh madu, saat masih hangat oleskan secara merata pada wajah, diamkan selama 15-30 menit, kemudian bilas dengan air hangat
lakukan secara teratur seminggu sekali dan buktikan hasilnya

tips sehat

Untuk menjaga agar tubuh tetap vit biasakam minum air putih minimal 8 gelas sehari. Bagi yang tidak suka air putih, suplai cairan dapat diganti dengan buah-buahan yang dijadikan jus, atau diganti dengan teh tanpa gula. selamat mencoba