Rabu, 21 November 2007

RENUNGAN

Ada kalanya manusia merasa kecewa, sedih namun itu hanyalah perasaan yang wajar adanya. Sebagai manusia kita dikaruniai hati dan perasaan yang peka terhadap lingkungan sekitar. Namun kekecewaan dan kesedihan yang ada janganlah digunakan sebagai alasan kita untuk tidak bersyukur kepadaNya. Dengan kasih dan rahmat Allah sematalah kita dapat merasakan hidup hingga detik ini.

Kita tidak pernah berfikir bagai mana darah kita bisa beredar dalam tubuh kita setiap waktu tanpa berhenti. Bagaimana jantung kita tetap berdenyut dengan irama yang teratur tanpa kita mengaturnya, bagaimana udara bisa sampai ke paru- paru, bagai mana makanan yang kita makan bisa meresap ke dalam tubuh kita. Kita tidak pernah menyadari betapa hal itu merupakan suatu karunia yang tiada tara yang harus kita syukuri.

Selama ini kita hanya memikirkan kenapa aku miskin, kenapa keluargaku berpisah, kenapa sakitku tak kunjung sembuh, dan seribu satu macam keluhan lain. Kita tak pernah memikirkan kenikmatan- kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah pada kita. Berjuta kenikmatan dan karunia yang telah diberikan Allah pada kita takkan sebanding dengan cobaan yang hanya beberapa yang diberikan pada kita. Namun apa yang kita perbuat? Kita seringkali mengeluh dan merasa tidak kuat terhadap cobaan yang diberikan pada kita.

Allah yang menciptakan kita, hanya Dialah yang paling tahu apa yang diperlukan mahlukNya. Allah tahu seberapa kuat kita dalam menghadapi cobaan, takkan mungkin Allah memberikan sebuah cobaan yang melebihi kemampuan kita. Bersyukurlah engkau yang diberi anugerah maupun cobaan. Dan ingatlah selalu bahwa yang kita miliki hanyalah titipan semata, semua akan kembali padaNya. Jika Allah menghendaki segalanya bisa terjadi, tak ada satu mahlukpun yang bisa mencegah, tak ada satu apapun yang bisa menghalangi. ALLAHU AKBAR maha besar Allah satu-satunya dzat yang patut kita sembah. Kita bagaikan setitik debu di hadapan Allah jika Dia menghendaki detik ini juga Dia bisa mengambil hidup kita.
Tapi hingga detik ini jantung kita masih berdetak, darah kita masih mengalir, dan kita masih bisa menghirup udara dengan leluasa. Kita masih diberi kesempatan, kesempatan untuk memperbaiki diri, kesempatan untuk bertobat, kesempatan untuk dapat memasuki surgaNya.
Yaa Allah izinkan kami untuk dapat menghirup udara bulan Ramadhan tahun depan, bulan penuh kemuliaan, bulan penuh rahmat dan ampunanMu. Izinkan hamba menemui Idul Fitri sekali lagi, bulan kemenangan setelah sebulan penuh menghadapi perjuangan menahan hawa nafsu.

Berilah hamba sedikit umur lagi agar hamba bisa mencari bekal untuk menghadapMu. Agar hamba siap jika Engkau memanggil hambaMu ini.


Malang, 25 November 2004

Tidak ada komentar: