Perlunya komunikasi yang baik antara anak dan orang tua
Komunikasi yang terjalin antara orang tua dengan anak seringkali tidak berjalan dengan selaras. Ketidak selarasan komunikasi ini dapat berdampak pada perilaku anak di masyarakat. Anak bisa mencari pelarian yang salah di luar rumah karena anak merasa orang tuanya tidak dapat mengerti permasalahan yang dihadapinya.
Miskomunikasi antara orang tua dan anak biasanya disebabkan adanya perbedaan dunia anak dengan dunia dewasa. Selain itu gaya dan cara berkomunikasi yang berbeda juga menjadi kendala dalam berkomunikasi.
Dalam menjalin komunikasi dengan anak seringkali orang tua tidak memiliki banyak waktu untuk anak maupun keluarga Disaat anak mulai beranjak remaja dan menemui banyak masalah, dan jiwanya sedang labil anak akan cenderung mencari pelarian yang bersifat negatif dan tak jarang terjerumus pada narkoba. Tidak adanya komunikasi dengan orang tua mengakibatkan keterjerumusan anak tidak diketahui dan tidak dapat dicegah. Hingga akhirnya bisa merakibat fatal hal ini tentu akan sangat merugikan baik dari pihak anak maupun pihak orang tua.
Untuk menghindari kerusakan pada generasi penerus para orang tua hendaknya mampu menjalin komunikasi dengan anak sedini mungkin agar dapat mengerti dan memahami sifat dan watak sang anak dan dapat mengarahkan tanpa harus membuat anak merasa didikte oleh orang tuanya
Dengan adanya komunikasi yang selaras antara orang tua dan anak diharapkan anak tidak salah dalam memilih pergaulan di luar rumah dan tidak mencoba- coba sesuatu yang membahayakan baik bagi dirinya maupun lingkungannya
Dalam masa perkembangan anak menjadi remaja merupakan suatu proses fisik yang dilalui oleh setiap orang, perubahan- perubahan dari segi fisik, mental maupun sosial, dalam menghadapi perubahan yang terjadi dalam dirinya anak maupun remaja cenderung bersikap labil. Oleh karena itu orang tua seharusnya memberikan perhatian dan bimbingan yang lebih optimal pada anaknya.
Remaja dan kenakalan merupakan hal yang tidak terpisahkan. Hal ini akan betambah pelik jika orang tua tidak mampu berkomunikasi dan memahami pikiran anak. Kebanyakan orang tua hanya meluangkan sedikit waktu bagi anak untuk berkomunikasi, meskipun bagi orang tua itu sudah dianggap cukup namun bgi anak, terutama remaja waktu yang minim itu amat sangat kurang. Orang tua seringkali memberi arahan tentang ini dan itu dan larangan larangan yang beragam tanpa menerangkan lebih lanjut mengapa itu dilarang. Hal semacam inilah yang membuat anak menjadi penasaran dan merasa tertantang untuk melanggar aturan yang dibuat oleh orang tua untuk mengtahui sejauh mana reaksi orang tua ataupun hanya untuk iseng saja
Dampak Dari Kurangnya Komunikasi anak- Orang tua
Banyak remaja pengkonsumsi narkoba atau yang bekerja sebagai penghibur mengaku bahwa mereka melakukan hal itu tanpa sepengetahuan orang tuanya, selain itu beberapa melakukan itu karena merasa kurang diperhatikan oleh orang tuanya.
Kurangnya komunikasi orang tua dengan anaknya membuat anak merasa kurang diperhatikan sehingga mereka mencari sumber perhatian dan kasih sayang yang lain. Orang tua yang merasa sudah memberikan perhatian dan kasih sayang cukup seringkali tidak mau menyadari kesalahannya dan cenderung lebih menyalahkan anaknya atas perbuatannya tersebut.
Perbedaan cara berkomunikasi inilah yang menyebabkan anak enggan untuk berterus terang pada orang tua, kebanyakan anak memerlukan perhatian lebih disaat dia mengalami masa remajanya, sedangkan orang tua menganggap itu merupakan hal yang biasa dan tidak perlu perhatian dan pendekatan khusus pada anak remaja mereka.
Komunikasi Yang Berkesan
Waktu untuk berkomunikasi antara orang tua dengan anak umumnya sangat minim, terutama bagi orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya. Untuk itu diupayakan dengan waktu yang terbatas tersebut dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi dan mengenal anak lebih jauh lagi.
Orang tua harusnya mampu menjadikan saat berkumpul dan berbincang dengan keluarga menjadi saat yang berkesan bagi anak, meski itu hanya beberapa menit dalam sehari. Hal- hal yang bisa dilakukan para orang tua dalam menciptakan komunikasi yang berkesan dengan anak antara lain
· Anggap anak sebagai teman, berikan perhatian dan kasih sayang pada saat dia menceritakan kisahnya, berikan tanggapan selayaknya seorang teman bukan hanya sebagai orang tua yang mengatur hidup anaknya.
· Puji keberhasilan- keberhasilan kecil yang telah dilakukan oleh anak. Hal ini akan membuat anak merasa dihargai dan bisa membuat bangga keluarga juga dapat menumbuhkan rasa percaya dirinya.
· Gunakan bahasa yang bisa dan mudah dimengerti oleh anak, bila perlu cari ungkapan yang paling sederhana agar anak dapat menangkap maksud tanpa salah mengartikan perkataan orang tua. Selain itu gunakan kata- kata yang menarik bila bicara dengan anak kecil, sertai canda- canda kecil agar anak tidak merasa sedang diwawancarai hakim agung.
· Yakinkan anak bahwa orang tua bisa diandalkan, mungkin hal ini tidak hanya sebatas kata- kata melainkan harus diwujudkan dengan perbuatan, jadilah orang tua yag dapat diandalkan dan ada disaat anak sedang membutuhkan bimbingan, dorongan atau hanya sekedar pujian.
· Hargai apa yang telah dilakukannya untuk anda, munkin hanya sekedar perbuatan kecil seperti mengambilkan segelas air putih ketika anda pulang kerja, namun hal itu merupakan cara mereka untuk mengungkapkan kehadiran mereka didiri anda. Berikan kejutan kejutan kecil seperti memberi hadiah atas apa yang telah dilakukannya akan sangat mengesankan di hati seorang anak.
· Ungkapkan dengan perbuatan, adakalanya komunikasi tidak terjalin melalui kata- kata namun tidak berarti komunikasi tidak terjalin. Untuk menunjukkan kasih sayang bisa diungkapkan melalui sentuhan, memeluk, membelai ataupun mencium. Hal ini bisa membuat anak merasa disayang dan diperhatikan.
Jika komunikasi yang dilakukan berkesan, tidak akan berpengaruh apakah komunikasi yang dilakukan hanya sebentar. Pada dasarnya anak hanya ingin merasa diperhatikan dan disayag oleh orang tua.
Hal Yang Tidak Disukai Anak Saat Berkomunikasi Dengan Orang tua
Saat berkomunikasi, berbincang maupun berdebat dengan orang tua seringkali seorang anak merasa kesal, marah dan berakhir dengan keterpaksaan anak menerima kekalahan. Ini disebabkan seringkali anak ditempatkan sebagai orang yang tak tahu apa- apa dan harus menurut apa kata dan mau orang tua. Hal tersebutlah yang membuat anak enggan untuk berkomunikasi maupun berdebat dengan orang tua karena sudah dapat diketahui hasil akrirnya, anak harus kalah terhadap pendapat orang tua.
Hal- hal yang tidak disukai anak dari orang tua saat sedang menjalin komunikasi bisa dilihat sebagai berikut
· Lebih banyak bicara daripada mendengar, ini merupakan sifat kebanyakan orang tua. Mereka merasa lebih mengerti dan lebih berpengalaman dari pada anak, ini dapat membuat anak putus asa dan enggan untuk menjalin komunikasi yang lebih baik dengan orang tua.
· Cenderung memberi nasihat dan arahan, tanpa memperdulikan perbedaan masa mereka dengan masa anak, orang tua cenderung mengatakan ini boleh atau itu tidak boleh dan mengharuskan anak mematuhi tanpa menjelaskan alasan dan sebab akibat jika dia melakukannya. Tak jarang orang tua memberikan alasan yang tak rasional dan tak dapat dipahami anak.
· Tidak mau mendengar dan memahami dahulu masalah yang dialami anak, ini lebih dikarenakan keterbatasan waktu yang dimiliki orang tua sehingga mereka enggan untuk berlama- lama mendengarkan masalah anaknya.
· Tidak memberi kesempatan anak mengemukakan pendapat, orang tua cenderung merasa paling tahu dan paling benar daripada anak.
· Selalu menyalahkan anak jika melakukan kesalahan tanpa meminta penjelasan mengapa ia melakukan hal itu, orang tua cenderung lebih suka memarahi anak jika melakukan kesalahan daripada menjelaskan kenapa ia tidak boleh melakukan hal tersebut.
Hal tersebut diatas hanya sebagian kecil kebiasaan orang tua dalam berkomukasi dengan anak yang tidak disukai oleh anak.
Cara Berkomunikasi Dengan Anak
Berkomunikasi dengan anak- anak berbeda dengan berkomunikasi dengan remaja maupun orang dewasa. Pemikiran anak cenderung lebih simple, imajinatif, kreatif, ekspresif, aktif dan cenderung dinamis. Untuk itu orang tua harus dapat menyesuaikan cara berkomunikasi dengan anak- anak (bukan anak-anak yang harus menyesuaikan dengan orang tua)
Saat orang tua berkomunikasi dengan anak- anak tak perlu malu jika harus berperan sebagai badut di depan anak karena dengan cara tersebut anak akan lebih bisa memahami dan mengerti apa yang dimaksudkan oleh orang tua. Atau bisa dikatakan gunakan ‘bahasa anak’
Untuk membuat anak- anak merasa nyaman saat berkomunikasi dengan orang tua upayakan utuk menerapkan hal- hal berikut
Dengarkan apa yang diceritakan sikecil dan pancing untuk lebih banyak bercerita, anak- anak senang sekali untuk menceritakan pengalaman- pengalaman yang baru dilalui, anak akan antusias bercerita jika merasa orang tua mendengarkan dan tertarik dengan apa yang diceritakannya
Saat anak sedang menceritakan sesuatu fokuskan perhatian sepenuhnya pada ceritanya, hentikan sejenak kegiatan yang anda lakukan ajak dia mendekat dan dengarkan dengan seksama, jika perlu beri sedikit tanggapan.
Ulangi cerita anak untuk menyamakan pengertian, bahasa anak berbeda dengan bahasa orang dewasa untuk itu perlu disamakan persepsi cerita agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam memahami cerita anak.
Bantu anak mendefinisikan perasaan dan bertanya, anak masih bingung dengan apa yang dirasakannya. Definisikan perasaanya melalui ungkapan dan dan tanyakan apa yang membuatnya sedih atau gembira, meminta ia bercerita akan membuat anak merasa diperhatikan.
Membimbing anak untuk mengambil keputusan yang tepat. Mengambil sebuah keputusan bukan hal yang mudah bagi seorang anak, sebaiknya jelaskan konsekuensi apa yang akan terjadi jika dia mengambil suatu keputusan, selaskan sebab dan akibat dari keputusan itu secara sederhana agar mudah dimengerti oleh anak.
Emosi anak yang masih labil membuat anak mudah merajuk, tunggu sampai ia tenang baru dekati dan tanyakan apa yang mengesaklan hatinya, jangan sampai membuat anak merasa sedang diadili orang tua jika masih ingin anak bercerita.
Komunikasi dengan anak yang dijalin sejak dini dapat memudahkan dalam mendidik dan mengarahkan anak
Berkomunikasi Dengan Remaja
Berkomunikasi dengan remaja bisa dikata lebih sulit dibanding berkomunikasi dengan anak maupun orang dewasa, remaja lebih cenderung memiliki sifat memberontak dan ingin coba- coba juga lebih suka berdebat.
Agar komunikasi antara orang tua dan anak remajanya terjalin dengan baik tak ada salahnya jika orang tua melakukan hal- hal seperti
Menerima dan memahami perasaan remaja saat mereka sedang menghadapi masalah
Memberi nasehat untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi
Instropeksi diri saat berkomunikasi dengan anak remaja, jangan samakan anak dengan orang tua, tiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang berbeda dengan anak lain
Ikuti seminar- seminar tentang remaja untuk memperluas pandangan terhadap remaja.
Hal- hal yang perlu dipahami orang tua dalam menghadapi remaja
Memahami sifat remaja,hal ini bisa dilakukan dengan adanya komunikasi yang berkelanjutan, sehingga orang tua bisa lebih mengenal dan memahami anaknya.
Mengetahui sifat dan sikap yang dominan pada remaja, bisa berupa sifat negatif seperti malas, bosan, bingung, dll. Maupun sifat positif seperti rajin, semangat, antusias, dll.
Jika orang tua mampu mengenali dan memahami serta menerima sifat anak remajanya dengan baik, komunikasipun dapat berjalan lancar. Dan anakpun dapat ‘terkendali’
Dalam berkomunikasi harus diperhatikan siapa dan bagaimana keadaan komunikan. Cara berkomunikasi dengan anak kecil, remaja, dan dewasa tidak dapat disama ratakan, Tiap- tiap komunikan memiliki cara dan pandangan tersendiri dalam berkomunikasi. Agar komunikasi berjalan baik harus selalu diperhatikan lawan bicara dan cara dalam berkomunikasi.
Suksesnya komunikasi dengan anak dipengaruhi oleh pemahaman orangtua terhadap anak. Untuk dapat memahami anak dan remaja komunikasi harus dibina sejak dini dan dilandasi oleh pengertian dari para orang tua.
Komunikasi yang dapat dilakukan tidak hanya sebatas pada percakapan semata, namun juga bisa diwujudkan melalui perbuatan, seperti sentuhan, belaian, ciuman, dan perhatian.
Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak bisa terwujud jika kedua belah pihak mau menyadari apa kelemahan dan kekurangan pihak lain, dan bersedia menjadi pendengar maupun penanggap yang baik.
Demikian papper komunikasi ini dibuat untuk dapat dijadikan sebagai pandangan bagi para orang tua dalam menjalin komunikasi dengan anak- anak, maupun anak remaja mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar